Inilah Beda Status Hukum #2019GANTIPRESIDEN dan #2019TETAPJOKOWI

Sepintas istilah yang sedang menjadi perbincangan panas yaitu #2019GANTIPRESIDEN dan #2019TETAPJOKOWI hampir sama. Tetapi bila dicermati ternyata makna dan tujuannya berbeda, terutama dalam status hukumnya. Sehingga kaos bertagar 2019TETAPJOKOWI tidak berani masuk CFR karena sudah menyadari bahwa tagar itu bermuatan politik dengan kategori kampanye. Sedangkan kaos bertagar 2019GANTIPRESIDEN berani percaya diri masuk CFR karena KPU, Bawaslu dan Mabes Polri sudah menetapkan bahwa tidak melanggar hukum, bukan kampanye dan tidak dilarang. Tetapi uniknya, dalam acara hari Minggu (6/4) beberapa oknum Satpol PP melakukan pelarangan masuk CFD pada takyat berkaos #2019GANTIPRESIDEN.

Makna Hukum

Makna #2019GANTIPRESIDEN adalah berkeinginan pilpres tahun 2019 dengan mengganti presiden oleh siapapun presidennya. Sedangkan makna #2019TETAPJOKOWI bermakna adalah keinginan pilpres tahun 2019 presidennya tetap dijabat tetap Jokowi. Arti tersebut mengandung status hukum yang berbeda. Bila mengekspresikan lewat kaos atau orasi dengan #2019GANTIPRESIDEN tidak ada satupun hukum dan aturan yang dilanggar. Tetapi tagar 2019GANTIPRESIDEN tetap percaya diri tidak dilarang masuk CFR karena tidak ada muatan kampanye, karena tidak menyebut nama capres, nama parpol, visi dan misi.
Padahal KPU dan Baswalu sudah menyatakan bahwa kaos berhastag ini bukan pelanggaran dan bukan bentuk kampanye. Kaos ini bukan kampanye dan aktifitas politik hanya berupa aspirasi politik pribadi yang digambarkan lewat kaos. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal seperti dilansir CNN (24/4/18) juga mengungkapkan hal yang sama bahwa pihaknya tidak pernah melarang masyarakat untuk menggunakan atribut bertulisan #2019GantiPresiden. Kecuali kalau sudah menyebut nama capres, nama parpol atau mengungkapkan visi dan misi. Justru sebenarnya tagar 2019tetapjokowi adalah bentuk kampanye karena menyebutkan nama Capres. Sehingga tagar itu tidak dipakai lagi oleh pihak tertentu sehingga diganti #diasibukkerja atau #dilan_jutkan.

Tetapi bila memakai #2019TETAPJOKOWI, melanggar aturan dan undang undang yang mengatur tentang Pemilihan Presiden dan Capres, karena menggunakan simbol yang dianggap berkampanye sebelum waktunya. Makanya tagar itu diganti #diasibukkerja, #dilan-jutkan atau tagar apapun sedang mencari bentuk yang pas agar tidak melanggar hukum dan aturan yang ada.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s