Tibet Ditaklukkan Tiongkok, Inspirasi Sejarah Tibet Bagi Bangsa Indonesia

STRATEGI TENAGA KERJA

Musim gugur tahun 1950, Tentara Rakyat Tiongkok menyerbu dan menakhlukkan Tibet. Hanya dalam waktu 1 tahun saja, pemimpin Tibet yang sangat kharismatis, Dalai Lama dicopot dari kekuasaanya dan diserahkan kepada pemerintah “boneka”.

Mengapa Tiongkok bisa dengan mudah menakhlukkan Tibet yang secara geografis tentu sangat susah jika diserang secara langsung?.

Karena mereka telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Sehingga segala hambatan berupa medan, persatuan dan kerjasama antar rakyat bisa mereka pecahkan dengan mudah. Dan penguasaan atas informasi strategis membuat mereka mampu melumpuhkan semua komponen kekuatan Rakyat Tibet dengan mudah.

Persiapan untuk memastikan kemenangan perang dalam waktu singkat sangat mutlak dilakukan. Karena perang yang berlarut larut akan banyak menghabiskan kekayaan negara dan bisa membuat bangkrut. Jadi pertempura yang berlarut larut akan dihindari oleh negara mana pun di dunia.

Bagaimana cara mereka untuk bisa mempengruhi para tokoh dan elit tibet dan menciptakan “permusuhan” di antara mereka? Dan bagaimana cara mereka mendapatkan berbagai informasi strategis untuk memperlancar agresi mereka?

Sebelum melakukan invasi, pemerintah China telah membanjiri Tibet dengan memasukkan ribuan pekerja. Mereka bukan pekerja biasa, tetapi orang orang yang terlatih di bidang miiter, inteljen maupun komunikasi.

Setelah memasuki tibet, mereka segera mendekati para tokoh untuk membuat opini yang mereka kehendaki. Akibatnya adalah munculnya konflik di antara rakyat Tibet. Pada ujungnya, konflil ini menjadi besar setelah Dalai Lama dihadapkan dengan tokoh yang juga karismatis yaitu Panchen Lama.

Setelah Tibet dianggap lemah, berbagai informasi strategis telah didapat, maka penyerbuaan ke Tibet menjadi sangat mudah dilakukan. Ribuan pekerja yang sebenarnya adalah anggota militer dan inteljen membantu memfasilitasi penyerbuan dan melakukan “Serangan dari dalam”.

Dalam waktu singkat Tibet segera mejadi wilayah Jajahan Negeri Tiongkok karena “keteledorannya” membiarkan infiltrasi musuh lewat “PARA PEKERJA”. Strategi Penyerbuan ini mirip dengan yang dilakukan oleh orang orang Yunani ketika menakhlukkan kota Troya.

Ketika menuliskan kisah ini, tiba tiba saya teringat dengan Negeri yang “mengimport” tenaga kerja asing tanpa seleksi “imigrasi yang ketat”. Mengingat Negara asal tenaga kerja yang didatangkannya itu memberlakkukan “wajib militer”, maka sebagian besar dari mereka tentu telah mendapatkan pelatihan militer sebelumnya.

Jika Mereka berniat jahat dan jutaan pekerja itu ternyata “pekerja militer” seperti pekerja dari Tiongkok yang menyerbu Tibet di tahun 1950, tentu bukan hal mudah untuk mengatasinya.

Strategi jahat seringkali disembunyikan dalam, bentuk “pesan pesan moral” yang menghanyutkan jiwa. Itulah sebabnya strategi sulit untuk dideteksi. Karena strategi yang mudah dibaca bukan strategi namanya. Sehingga strategi jahat pun bisa terlihat indah dan mempesona.

Sumber: Begawan Tung, begawantung.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s