Elit Negeri Terpasung Politik Identitas, Apakah Politik Identitas Itu ?

Elit negeri ini baik peminpin negeri dan elit politik terserang penyakit politik identitas. Hal ini terjadi karena kondisi alam demokrasi Indonesia masih belum didasari latar belakang pemikiran moderat tetapi masih didominasi isu primordial. Sehingga pemimpin dan elit politik tidak mau dan tidak berusaha untuk ,engjindari kondisi tersebut. Akhirnya politik identitas masih teris mendominasi gerak dan langkap para politikus negeri ini.

Politik identitas berpusat pada politisasi identitas bersama atau perasaan ‘kekitaan’ yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok. Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya. Puritanisme atau ajaran kemurnian atau ortodoksi juga berandil besar dalam memproduksi dan mendistribusikan ide ‘kebaikan’ terhadap anggota secara satu sisi, sambil di sisi lain menutup nalar perlawanan atau kritis anggota kelompok identitas tertentu. Politik identitas, merupakan politik yang fokus utama kajian dan permasalahannya menyangkut perbedaan-perbedaan yang didasarkan atas asumsi-asumsi fisik tubuh, politik etnisitas atau primordialisme, dan pertentangan agama, kepercayaan, atau bahasa.

Politik identitas hadir sebagai narasi resisten kelompok terpinggirkan akibat kegagalan narasi arus utama mengakomodir kepentingan minoritas; secara positif, politik identitas menghadirkan wahana mediasi penyuaraan aspirasi bagi yang tertindas. Fitur dikotomi oposisional menjadi fondasi utama yang membedakan perasaan kolektivitas ke-kita-an terhadap yang lain. Tetapi kenyataannya, pada tataran individual di era modernisasi yang serba mekanik, muncul ‘kegagapan’ untuk memahami struktur masyakarat yang plural, maka intoleransi semakin meningkat. Pendeknya, terjadi ketidaksesuaian social imagination atau imajinasi sosial tentang kehidupan sehari-hari manusia modern dan interaksinya dengan masyarakat umum.

Penggunaan politik identitas biasanya karena banyak faktor. Faktor utama adalah kurang kuatnya ketokohan dan karakter pemimpin atau adanya krisis kepemimpinan. Faktor lainnya politik saat ini dikuasai oleh kekuatan besar yang didominasi uang dan kekuasaan. Saat hal itu terjadi maka sebagian rakyat merasa dipinggirkan dan terjadi ketidak seimbangan dan keadilan hukum, sosial, politik dan ekonomi. Saat itu terjadi maka isu sosial, isu agama, suku dan ras menjadi komoditas untuk meraih kekuasaan dan membela kekuasaan.

Dampak yang terjadi salah satunya saat ini adalah pemimpin dan elit partai politik lebih tertarik dengan isu agama dan pencitraan diri dibandingkan program dan visi yang harus ditawarkan dan dikerjakan. Sehingga saat mendekati pilpres para pemimpin lebih sibuk mengunjungi ulama dan pesantren dibandingkan blusukan ke pasar untuk mendengar keluhan rakyat tentang harga harga yang semakin meroket naik. Saat mendekati tahun politik ini para pemimpin lebih sibuk membuat foto dan flog tentang identitas tubuh dan fisik dengan aksi naik motor, bertinju, menjadi imam shalat, berangkat umroh, naik sepeda atau bersepatu dan berbaju sederhana. Hal ini adalah upaya untuk menciptakan kesan penampilan sederhana, taat beragama, dan berjiwa muda. Mungkin tidak salah dengan itu semua. Tetapi perilaku itu terkesan tidak fokus pada penyelesaian masalah rakyat, tetapi kebih fokus pada identitas diri. Misalnya, saat sworang pemimpin meninjau bencana kematian 76 kasus gizi buruk dan campak di Asmat. Berita yang dimunculkan adalah kehebatan seorang pemimpin bersepeda motor di tengah hujan yang berjarak 15 menit ke tempat berkumpulnya masyarakat. Sehingga fokus kesalahan pemangku kelentingan dalam deteksi dini dan keterlambatan penanganan jadi tertutupi. Hal ini yang membuat bahwa kasus itu akan terjadi dan terjadi lagi karena penyelesaiannnya hanya difokuskan dengan mengandalkan kehebatan naik motor di kehujanan dan menggendong anak asmat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s