PDIP: Bom Pun Diledakkan untuk Alihkan Isu

PDIP: Bom Pun Diledakkan untuk Alihkan Isu

Tidak berbeda dengan saat ini. Sebelumnya bom teroris meledak, kecurigaan pengalihan isu sering dilontarkan masyarakat bahkan anggota DPR. Saat beberapa tahun sebelumnya, hal ini juga telah disuarakan politikus PDIP seperti Pramano Anung dan Trimdya Panjaitan saat itu hanya pengalihan isu. Bedanya saat ini bila ada masyarakat yang menyuarakan bom teroris larena pengalihan isu langsung ditangkap.

Video pernyataan Pramono Anung saat menjadi Sekjen PDIP, viral di sosial media. Dalam video itu, Sekretaris Kabinet itu menyatakan isu terorisme mungkin sebagai pengalihan isu. Di saat yang sama, capture pernyataan politisi PDIP Trimedya Panjaitan juga viral. Sama seperti Pramono, Trimedya juga menyatakan terorisme merupakan pengalihan isu reshuffle kabinet. Saat itu Trimedya mengaitkan aksi teror dengan pengalihan isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.

Publikpun menjadi heboh dengan adanya fenomena itu. Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Ariefpun mendesak kepolisian yang menangkapi warga yang menulis “terorisme adalah pengalihan isu” untuk dibebaskan segera. “Saya berharap polisi yang menangkapi warga terutama netizen Muslim karena menulis terorisme adalah pengalihan isu untuk membebaskan segera. Kecuali mau bersikap adil atas azas kadaluarsa, banyak tokoh bicara itu sepuluh tahun terakhir,” tegas Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__.
Sejalan dengan Andi Arief, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menegaskan, Himma seharusnya tidak dipidana, sebagaimana Pramono Anung dan Trimedya Panjaitan yang juga tidak dipidanakan di era Pemerintahan SBY. “Baru tahu @pramonoanung pernah bilang begini. Saya tak tahu: apakah akibatnya dia dipidana atau dipersekusi? Seperti Ibu dosen itu. Harusnya tidak. Pak SBY tidak memerintah dengan tangan besi,” tulis Rachland di akun @RachlanNashidik mengomentari video pernyataan Pramono.

Isu tentang kuat dugaan, rentetan teror bom buku merupakan pengalihan isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Pasalnya, isu ini sudah sampai pada titik jenuh karena terlalu lama dan ternyata juga hanya pepesan kosong. “Ini pengalihan isu dari hiruk pikuk reshuffle yang sekarang ini sedang menjurus ke titik jenuh. Kelihatannya saja di permukaan tenang padahal di dalamnya tidak tenang. Kita khawatir hiruk pikuk seperti itulah membuat tiga kejadian terjadi dalam satu hari yakni teror bom itu, walaupun memang kelihatan daya ledaknya rendah,” kata anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan kepada wartawan di gedung DPR/MPR Jakarta (Rabu, 16/3). Pasalnya, isu ini sudah sampai pada titik jenuh karena terlalu lama dan ternyata juga hanya pepesan kosong. “Ini pengalihan isu dari hiruk pikuk reshuffle yang sekarang ini sedang menjurus ke titik jenuh. Kelihatannya saja di permukaan tenang padahal di dalamnya tidak tenang. Kita khawatir hiruk pikuk seperti itulah membuat tiga kejadian terjadi dalam satu hari yakni teror bom itu, walaupun memang kelihatan daya ledaknya rendah,” kata anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan kepada wartawan di gedung DPR/MPR Jakarta (Rabu, 16/3).

Menurut Trimedya, pemerintah sudah sangat terpojok dengan soal reshuffle, sehingga dilakukan teror ‘bom buku’. Dia menganalisis mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar-Abdalla, Ketua Pemuda Pancasila Yapto Suryosumarno maupun Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen Gorries Merre bukanlah pihak yang berbahaya. Sehingga tiga teror tersebut benar-benar pengalihan isu. Dia juga melihat, teror bom tersebut tidak menimbulkan korban massal dan tidak membuat masyarakat cemas. “Gue aja nggak ada rasa-rasa takut, beda misalnya sama (bom di hotel JW) Marriot, kan kita was-was karena daya ledaknya tinggi. Mau kemana-mana jadi nggak aman. Bom itu kan dibuat untuk menciptakan rasa takut oleh si peneror nah ini kan nggak,” jelasnya.

Sumber: rmol

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s