Tokoh Agama Papua: Harga BBM Di Papua Saat Jokowi Blusukan Normal, Tetapi Saat Pulang 30-75 Ribu

Bukan hanya Presiden Jokowi, para menteri, elit parpol pendukung dan para pendukungnya selalu membanggakan BBM satu harga di Papua. Dan saat ini seluruh masyarakat Papua diklaim telah merasakannya. Tetapi hal itu dibantah dengan keras oleh tokoh agama di Papua, John Djonga. John menyebut bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) yang masih tinggi di sejumlah wilayah Papua terjadi di tingkat pengecer harganya bisa Rp 30.000, bahkan sampai Rp 75.000. John juga mengungkapkan hal yang menggelikan, program BBM satu harga hanya berjalan saat Jokowi melakukan blusukan ke tanah Papua. Namun, dua minggu setelah kepulangan Jokowi, harga BBM kembali naik. Mendengar fakta sebenarnya itu, Presiden Joko Widodo mengaku tidak mendapatkan laporan dari Pertamina jika pelaksanaan program BBM satu harga di Provinsi Papua tidak berjalan dengan baik. Bahkan Jokowi pernah mengatakan perbedaan harga 10 ribu masih wajar.

Pertamina bertekad melayani kebutuhan energi dalam negeri, khususnya di wilayah kerja Marketing Operation Regional (MOR) VIII Maluku Papua. Sejak diberlakukan BBM Satu Harga pada 1 Januari 2017, Pertamina MOR VIII Maluku Papua terus menambah Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) dan Stasiun Penyalur Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun hingga kini harga jual premium di Wamena masih menjadi sorotan karena kalangan pengencer menjual Rp18 ribu per liter. Padahal pemerintah daerah setempat sudah memberlakukan batas penjualan premium eceran Rp10 ribu per liter. Apalagi di daerah yang lebih terpencil mungkin akan berbeda lagi.

Pemerintah hamburkan 5 trilyun

Tantangan utama dalam menjalankan Program BBM Satu Harga adalah minimnya infrastruktur menuju daerah sasaran. Berbagai moda transportasi harus digunakan Pertamina untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, mulai dari truk tangki, kapal tanker, kapal kecil, hingga pesawat. Keterbatasan infrastruktur itu membuat biaya distribusi BBM yang ditanggung Pertamina jadi mahal sekali. Untuk mengirim BBM ke 10 kabupaten/kota dengan volume masing-masing 30 Kiloliter (KL) sekarang saja Pertamina sudah nombok Rp 800 miliar per tahun. Tahun ini, Pertamina ditugaskan masuk lagi ke 54 kabupaten/kota. Pertamina menyiapkan dana sebesar Rp 5 triliun untuk ‘subsidi’ Program BBM Satu Harga. Ini dana dari kas Pertamina sendiri, bukan dari APBN. “Kalau perhitungan kasar, kita butuh sekitar Rp 5 triliun tahun ini (untuk Program BBM Satu Harga),” kata SVP Fuel Marketing Distribution, Gigih Wahyu Hari Irianto, dalam diskusi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, seperti dilansir kompas.com Selasa (4/4/2017).

Beberapa pengamat kebijaksanaan ini sangat kontradiktif dan dilatar belakangi kebijaksanaan populis. Kontrdiktif karena pemerintah tidak konsisten dengan kebijaksanaan mencabut subsidi BBM tapi menerapkan BBM satu harga yang juga sebenarnya prinsipjya adalah subsidi. Populis karena pemetintah tampaknya tidak konsisten dan tidak sepenuh hati dengan program tersebut. Karena terbukti harga BBM satu harganhanyansaat Jokowi blusukan.

Tokoh Papua Ungkap Harga BBM Masih Tinggi di Papua

Tokoh agama di Papua, John Djonga menyebut bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) yang masih tinggi di sejumlah wilayah Papua terjadi di tingkat pengecer. “Di eceran. Harganya bisa Rp 30.000. Bahkan dua sampai tiga bulan lalu sampai Rp 75.000,” kata John seperti dilansir Kompas.com, Kamis (21/12/2017) malam. Keluhan soal harga BBM yang mahal ini sebelumnya disampaikan John dalam seminar tentang Papua yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Peraih Yap Thiam Hien Award ini menyebut, program BBM satu harga hanya berjalan saat Jokowi melakukan blusukan ke tanah Papua. Namun, dua minggu setelah kepulangan Jokowi, harga BBM kembali naik. Hal ini dirasakan langsung oleh John setelah kunjungan Jokowi akhir tahun lalu di Yahukimo dan masih terus dirasakan hingga saat ini.

John menegaskan lagi, bahwa mahalnya harga BBM yang ia maksud terjadi di tingkat pengecer, bukan di lembaga penyalur resmi Pertamina. Harga BBM yang mahal ini juga terjadi di daerah terpencil, diantaranya Yahukimo dan Wamena, dan Jayawijaya.
Hal ini disampaikan John menanggapi adanya warganet yang mengunggah struk pembelian BBM di sebuah SPBU di Jayapura, Ibukota provinsi Papua, dengan harga yang sama dengan di Jawa. “Memang bukan di pom bensin. Saya lihat ada reaksi dari teman-teman mereka tunjukkan foto struk itu di Jayapura,” ujar pria kelahiran Flores yang sejak 1985 menetap di Papua ini.

John mengakui di wilayah terpencil di Papua sudah ada penyalur resmi Pertamina, namun jumlahnya tidak banyak. Di Wamena misalnya, kota dengan 249,31 kilometer persegi, menurut John, hanya memiliki dua penyalur resmi Pertamina. Stok BBM di dua penyalur itu juga sangat terbatas.

Warga yang mau membeli BBM harus memiliki kupon untuk mencegah pemborongan dan penimbunan. Namun, meski cara ini sudah diterapkan, tetap saja stok BBM di dua penyalur resmi itu cepat ludes. “Kita baru mau isi bensinnya sudah habis. Solarnya juga begitu. Terpaksa beli di pengecer,” ujar John. John mengatakan, sampai saat ini ia tidak mengetahui darimana pengecer mendapatkan stok BBM untuk dijual, apakah dari agen resmi Pertamina atau ada jalur lain.

Harga di tingkat pengecer ini bisa naik hingga berkali-kali lipat. John menyayangkan kondisi ini di tengah langkah pemerintahan Jokowi yang menggembor-gemborkan BBM satu harga. “Dulu kan Pak Jokowi bilang kalau naiknya masih Rp 10.000 kita toleransi, tapi lebih dari itu sudah tidak bisa. Itu sudah berlebihan. Sekarang kan Rp 25.000 keatas. Bahkan 3 bulan lalu kami beli Rp 75.000 di Wamena, pegunungan tengah,” ujarnya.

John menegaskan bahwa ia bicara soal kondisi harga BBM di Papua ini bertujuan baik. Dengan informasi ini, diharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa mencari solusi dan memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM di Papua. John menyesalkan ada pihak-pihak yang tidak mempercayainya di media sosial. “Kita beri informasi malah ada teman yang bilang ini hoax tipu tipu. Ini sungguh-sungguh terjadi. Bukan hoax sepeti yang mereka bilang. Ini kita mau berjalan baik” kata dia.

Sumber kompas.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s