2019 GANTI PRESIDEN: Ciri Ciri Pemimpin 2019 Akhlakul Karimah dan Tidak Munafik

Pemimpin yang harus menjadi teladan, menjadi idola dan dipilih di masa dengan adalah sesuai dengan kepemimpinan yang ideal. Berbagai banyak pertimbangan dasar penilaian seorang pemimpin yang baik. Tetapi dasar pertimbangan yang paling utama untuk pertimbangan utama pemilihan bagi umat Islam adalah sosok yang berakhlakul karimah dan bukan pemimpin munafik. Akhlakul karimah atau akhlak mulia dan terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam. Ciri pemimpin munafik adalah jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat. Saat awal penampilan seringkali pemimpin ditampilkan sebagai citra yang jujur, baik, sederhana dan kerakyatan. Tetapi dalam perjalanan kepemimpinan rakyat bisa menilai bagaimana sejatinya sikap pemimpin tersebut komitmennya kepada umat dan rakyatnya. Saat sebagian rakyatnya mulai tidak percaya dan ingin pemimpin yang baru salah satunya penilaian yang paling mudah dilatar belakangi karena pemimpinnya dianggap tidak berakhlakul karimah dan munafik. Benarkah selama ini pemimpinmu berakhlakul karimah dan tidak munafik ?

Pertimbangan lainnya seprti yang direkomendasikan Muhammad al-Amin asy-Syinqithi yang mengungkapkan, “Pemimpin haruslah seseorang yang mampu menjadi Qadhi (hakim) bagi rakyatnya (kaum muslimin). Haruslah seorang alim mujtahid yang tidak perlu lagi meminta fatwa kepada orang lain dalam memecahkan kasus-kasus yang berkembang di tengah masyarakatnya!” Ibnul-Muqaffa’ dalam kitab al-Adabul-Kabir wa Adabush-Shaghir menyebutkan pilar-pilar penting yang harus diketahui seorang pemimpin: “Tanggung jawab kepemimpinan merupakan sebuah bala` yang besar. Seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang merupakan pilar dan rukun kepemimpinan. Di atas keempat kriteria inilah sebuah kepemimpinan akan tegak, (yaitu): tepat dalam memilih, keberanian dalam bertindak, pengawasan yang ketat, dan keberanian dalam menjalankan hukum”.

Pemimpin Akhlakul Karimah

Akhlakul karimah atau Akhlak mulia dan terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam . Seseorang yang memiliki akhlakul karimah maka akan disenangi umat dan rakyatnya. Saat pemimoin ada masalah dengan umat muslim ataunhubungannya dengan umat muslim yidak baik maka pemimoin tadimakan diragukaj sikapmakhlakul katimahnya

Tiga sikap akhlakul karimah pemimpin harus bersikap zuhud, tawakal dan ikhlas.. Zuhud menurut bahasa memiliki arti meninggalkan keduniaan. Sedangkan secara istilah , Zuhud yaitu meninggalkan sesuatu yang disayangi atau di sukai yang bersifat material atau keduniaan yang mewah dengan mengharap dan menginginkan sesuatu yang lebihbaik yang bersifat kebahagiaan akhirat.Seseorang yang memiliki harta yang melimpah hendaknya digunakan sebagai alat untuk mencari kebahagiaan yang hakiki yaitu kebahagiaan di akhirat . seperti yang terkandung dalam Dalil Naqli tentang zuhud dalam QS. AN- Nisa ayat 77 yang artinya : “………..Katakanlah kesenangan didunia ini hanya sebentar (sedikit ) dan akhirat itu lebih baik bagi orang – orang yang bertaqwa .” Zuhud bukan berarti melarang manusia untuk memiliki harta dan tidak memiliki kesenangan dunia , akan tetapi harta dan dunia tidak menghalangi untuk menunaikan tugas manusia yaitu untuk beribadah kepada Alloh swt.

Ciri – ciri orang zuhud , yaitu selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki, senantiasa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan walaupun sedikit, hidup sederhana bukan sekedar pencitraan, lebih mengutamakan cintanya kepada ALLAH dibanding cinta kepada dunia.

Pengertian tawakal secara bahasa yaitu menyerahkan suatu urusan kepada pihak lain. Sedangkan secara Istilah yaitu menyerahkan sepenuh nya segala perkara setelah berusaha (ikhtiar ) kepada ALLOH swt. Sikap bertawakal menjadikan seesorang menjadi tidak putus asa jika sesuatu yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan , dan tidak akan sombong jika suatu yang diusahakan berhasil . Dalil yang menjelaskan tentang tawakal yaitu QS. Al- maidah ayat 11 : Lafadz ( Ya ayyuhalladziina amanudzkuru ni’matallohi ‘alaikum idz hamma kauman an yabsutuu ilaikumaidiyahum fakaffa andiyahum ‘ankum wattaqullaha wa’alallahi falyatawakkalil mu minuna ) Artinya : ” Hai orang – orang yang beriman , ingatlah kamu akan nikmat Alloh ( yang diberikn Nya ) kepadamu , di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu ( untuk berbuat jahat ) maka Alloh menahan tangan mereka dari kamu . Dan bertawakalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah saja orang – orang mukmin itu harus bertawakal .” Ciri – ciri orang yang hidupnya tawakal adalah tidak pernah berkeluh kesah, ridha terhadap diri dan keadaannya, selalu merasaka ketenangan tidak mudah oanik dan takut tahta kekuasaannya hilang.

Sikal pemimoin akhlakul karimah lainnya adalah Ikhlas. Ikhlas yaitu mengerjakan sesuatu pekerjaan semata – mata mengharap ridho Allah swt. Dalil Naqli tentang ikhlas yaitu terkandung dalam QS.AZ-Zumar Ayat 11. Ciri – ciri yang dimiliki orang yang iklas tidak kecewa saat amal perbuatannya diremehkan oleh orang lain, tidak merasa bangga , ketika perilakunya dipuji, tidak memuji dengan apa yang dikerjakan, tidak menyalahkan pemimpin sebelumnya menganggap kerjanya lebih baik dati presiden sebelumnya

Pemimpin Munafik

Sifat pemipoin munafik adalah sifat yang menampakkan diri sebagai islam, namun menyimpan kekafiran dalam hatinya. Para shahabat pun berlindung dari sifat munafik karena khawatir terjerumus ke dalamnya

Dalam Islam terdapat 3 ciri-ciri orang munafik seperti yang disampaikan oleh baginda Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم – قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Al-Iman hadist nomer 33. Hadist tersebut masuk kedalam bab berjudul Baabu Alaamati Munaafiq yang artinya Bab Tanda-tanda Orang Munafiq.

Penjelasan Hadist

  • Kata munafik berarti orang-orang yang nifak. Nifak secara bahasa maknanya adalah berbeda antara apa yang tampak (lahir) dan tidak tampak (batin). Apabila perbedaan itu menyangkut perkara iman maka orang tersebut tersebut termasuk nifaq i’tiqad. Contohnya orang yang berkata “Kami beriman” tetapi mengingkari di dalam hati.
  • Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ketika berdakwah di Madinah terdapat orang-orang munafik seperti itu. Nama orang yang terkenal dengan sifat kemunafikannya tersebut adalah Abdullah bin Ubay bin Salul.
  • Menurut Ibnu Katsir, nifak adalah memperlihatkan kebaikan dan menyembunyikan kejelekan. Sementara itu, Ibnu Juraij berkata bahwa orang munafik itu adalah orang yang perkataanya berlawanan dengan apa yang ia kerjakan dan batinnya menyelisihi lahiriahnya.

Dalil Dalam Quran Tentang Orang Munafik

  • Surat Ali ‘Imran Ayat 156. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh”. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan“.
  • Surat An-Nisa’ Ayat 81. Artinya: “Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) taat”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung“.
  • Surat An-Nisa’ Ayat 138. Artinya: “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih“.
  • Surat An-Nisa’ Ayat 140. Artinya: “…Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam“.
  • Surat An-Nisa’ Ayat 142. Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali“.
  • Surat An-Nisa’ Ayat 145. Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.
  • Surat Al-Anfal Ayat 49. Artinya: “(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang beriman) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana“.
  • Surat At-Taubah Ayat 56. Artinya: “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu)“.
  • Surat At-Taubah Ayat 63. Artinya: “Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahannamlah baginya, mereka kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar“.
  • Surat At-Taubah Ayat 67. Artinya: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik“.
  • Surat At-Taubah Ayat 68. Artinya: “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal“.
  • Surat At-Taubah Ayat 79. Artinya: “(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih“.
  • Surat Hud Ayat 5. Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati“.
  • Surat Al-Ahzab Ayat 12. Artinya: “Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya“.
  • Surat Al-Ahzab Ayat 48. Artinya: “Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung“.
  • Surat Al-Munafiqun Ayat 1. Artinya: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta“.
  • Surat At-Tahrim Ayat 9. Artinya: “Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s