Jejak Digital: Garang dan Dramatisnya PDIP Membela Rakyat Menentang Kenaikkan Harga BBM.

Saat SBY menaikkan harga BBM, PDIP tampak sebagai pembela rakyat yang paling hebat. Bayangkan saat itu para politisinya menangis di parlemen, berteriak sangat garang bahkan Megawati sang Ketua memerintahkan semua anggota PDIP agaf turun ke jalan demo membela rakyat. Bahkan saat itu para politikus BBM dengan dramatis hingga sampai meneteskan air mata saat di parlemen. Saat itu PDIP sedang melakoni peran sebagai wakil rakyat kecil yang paling hebat dan paling setia. Rakyat dibela mati matian ketika harga BBM mencekik rakyat sehingga membuat daya beli rakyat menurun. Tetapi uniknya saat Jokowi sudah berkali kali menaikkan harga BBM, para pejuang rakyat dati PDIPpun jadi hilang tertelan bumi, suara garang tidak terdengar lagi, tangisan itu mhngkjn saat ini berubah jadi tawa.

Tetapi jaman berganti belum terlalu lama, ketika pemerintah dipegang Jokowi presiden yang dicitrakan merakyat yang didukung partai yang mengaku partainya wong cilik itu menjadi terbalik 180 derajat. Ketika BBM berkali kali naik dengan diam diam ditengah malam, membuat rakyat tidak sadar. Sekejap bukan hanya harga BBM melangut harga harga lain pun membumbung tinggi. Belum lagi rakyat kali ini diperverat dengan harga TDL yang menggila dan beberapa rakyat kecil mulai diintip dan dikejar pajak. Lengkaplah sudah penderitaan rakyat, tetapi uniknya PDIP sang pahlawan rakyat yang dulu membela dengan garang dan keras saat ini melembek bahkan tiarap. Tidak ada demo, tidak ada teriakan di parlemen dam tidak ada tangisan buaya lagi di parlemen untuk membela rakyat kecil yang semakin tercekik dengan kenaikkan berbagai harga harga. Tampaknya rakyat jadi korban salah perhitungan penguasa ketika bernafsu membangun infrasttuktur tetapi mengorbankan rakyat kecil semakin terhimpit.

Jejak Digital: Garang dan Dramatisnya PDIP Membela Rakyat Menentang Kenaikkan Harga BBM.

  • Sikap penolakan kenaikan BBM oleh PDIP itu dapat terlihat dari surat perintah Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri bernomor :386/IN/DPP/VI/2013 perihal : Penolakan Kenaikan BBM tertanggal 5 Juni 2013 yang ditujukan langsung kepada Ketua Fraksi PDI P DPR, Puan Maharani dan ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDI P Tjahjo Kumolo. Maka kepada Anggota Fraksi PDI P DPR diinstruksikan untuk menggalang dukungan rakyat terhadap penolakan kenaikan harga BBM tersebut dengan memasang Baliho, Spanduk atau melalui media komunikasi lainnya.
  • Banyak cara dilakukan politisi untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Megawati misalnya, memilih menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul Galang Rambu Anarki untuk mengkritik kenaikan harga BBM. Hal itu dilakukan Megawati saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Hotel Clarion, JL AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (27\/5\/2008). “Saya tidak pandai menyanyikan lagu ini, tapi akan saya coba. BBM naik tinggi, susu tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi<\/em>,” ujar Megawati. Meski Megawati bernyanyi dengan nada yang terdengar sumbang, namun tak urung peserta Rakernas menyambutnya dengan tepuk tangan. Megawati menilai kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah SBY-JK tidak bijaksana. Sebab kebijakan tersebut akan memicu kenaikan harga lainnya, terutama sembako, yang memberatkan rakyat kecil. “Memang saya pernah menaikkan BBM di masa pemerintahan saya, namun kebijakan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati. Saya telah menginstruksikan kepada (kader PDIP) legislatif untuk menggunakan hak konstitusinya untuk menolak kenaikan harga BBM,” ujar Megawati.
  • Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM ini sempat dilakukan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka. Rieke dua kali berada di tengah para demonstran guna mendesak SBY membatalkan kebijakan yang disebutnya memberatkan rakyat kecil tersebut.
  • Upaya menggagalkan kenaikan BBM juga terjadi di dalam gedung parlemen. Dengan sekuat tenaga, para politikus PDIP berusaha mengganjal persetujuan RAPBNP yang salah satunya berisi pengurangan subsidi untuk BBM. Bahkan, mereka memilih walkout ketika permintaannya tak diakomodir mayoritas anggota DPR saat itu.
  • Politikus PDIP lainnya, Ribka Tjiptaning juga mengancam pemerintah akan mengerahkan 15 ribu orang ke Istana untuk menolak kenaikan harga BBM. Bahkan, massa tersebut akan dipimpinnya sendiri. “Saya anggap perjuangan ada dua, parlemen dan ekstraparlemen. Kalau di parlemen buntu dan gagal harus gunakan langkah kedua, berjuang bersama rakyat dalam ekstraparlemen,” kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013).
  • Politikus PDIP itu juga membagi-bagikan buku soal sikap penolakan di sela-sela rapat paripurna soal RAPBN-P 2013 tersebut. Buku berukuran sekitar 20×10 cm dibagikan oleh staf fraksi PDIP kepada wartawan dan orang-orang yang hadir di luar ruang rapat paripurna. Buku itu berisi usulan postur APBN-P 2013 versi PDIP melalui program pro desa, untuk menghadapi postur APBN-P 2013 yang akan disahkan dalam rapat paripurna hari ini. Buku kecil juga disebut-sebut akan dibagikan kepada masyarakat sebagai pengetahuan. “Kami sudah bagikan buku kecil. Kenapa PDIP mempunyai postur tandingan, karena sampai saat ini pemerintah belum menaikkan BBM dan DPR membahas APBN-P 2013,” kata Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani. Buku berjumlah 24 halaman itu menjabarkan detail mulai dari apa itu APBN, mengapa APBN negara defisit sehingga harus merubah APBN dan menaikkan harga . Kemudian sikap fraksi PDIP sampai usulan PDIP untuk postur APBN-P 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s