Kejamnya Jejak Digital Ngabalin Saat Menjadi Lawan Jokowi

  • Mendesak Allah Dukung Prabowo. Ketika pemungutan suara usai dan Joko Widodo dinyatakan sebagai pemenang, tim sukses Prabowo pada 7 Agustus 2014 mengajukan gugatan atas hasil pemilu ke Mahkamah Agung. Pada saat itulah Ngabalin mengumbar ucapan ‘nyeleneh’ saat acara halal bihalal pendukung Prabowo-Hatta di rumah Polonia. “Perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti sampai di sini dan kita mendesak Allah SWT berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo-Hatta ,” kata dia seperti terekam dalam vido yang diunggah ke Youtube. Ia tidak berhenti sampai situ. “Kita gemas, kapan Tuhan turunkan. Kita desak Allah turunkan bala tentaranya tolong Prabowo.” Ketika MK menolak seluruh butir gugatan Gerindra pada 21 Agustus, Ngabalin melontarkan tuduhan tak sedap kepada sosok yang kini menjadi atasannya. “Jokowi dan Jusuf Kalla manusia otoriter, mari kita menggunakan kekuatan 67 juta rakyat indonesia menjadi penguatan seimbang,” kata dia seperti dilansir Merdeka saat itu.
  • Membela Rizieq Shihab. Kedekatan Ngabalin dengan Rizieq berawal dari tindak kekerasan massa Front Pembela Islam saat menyerang aksi demonstrasi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas pada Juni 2008. Tidak hanya melukai peserta demonstrasi, FPI juga ikut menghancurkan peralatan pengeras suara dan membakar spanduk. Akibatnya 14 orang mengalami luka-luka, termasuk perempuan. Buntutnya 1.500 aparat kepolisian menggeruduk markas FPI di Pertamburan dan menangkap Rizieq Shihab beserta 56 anggota FPI. Ali Mochtar Ngabalin yang saat itu masih aktif di Partai Bulan Bintang (PBB) menjenguk Rizieq di penjara. “Saya juga mau tanya, kok bisa Habib ditahan? Kenapa setelah 3 hari baru ditangkap? Penangkapan tidak beralasan. Menurut saya, ada desain ini pengalihan isu. Pemerintah jangan menggunakan politik busuk, orang sudah tahu,” kata Ngabalin kepada Detik kala itu. Dia juga menjadi saksi yang meringankan FPI dalam proses persidangan kasus penyerangan Monas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
  • Lebih terhormat di jalanan dibandingkan masuk pemerintahan Jokowi menjadi kacung. Berbeda dengan sekarang yang susah merapat dengan Istana. Dulu Wakil Ketua badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai jokowi-buka-puasa-bersama-relawan-gojo. Golkar Ali Mochtar Ngabalin, menegaskan bila partainya akan berada di luar pemerintahan Jokowi – JK sebagai partai oposisi. Menurut dia berada di luar pemerintahan akan lebih terhormat dibandingkan masuk pemerintahan Jokowi dan menjadi kacung. “Biarlah saya ada di luar bersama-sama Golkar dan Koalisi Merah Putih, lebih baik saya di jalan menjadi merdeka seperti dulu daripada di dalam istana tapi saya menjadi kacung dan jongos,” kata Ngabalin usai diskusi bertajuk ‘Peta Politik Pasca Pilpres’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/8/2014). Teyapi saat ini pengaruh apa yang merubah Ngabalin, saat ini mau menjadi staf ahli presiden. Seperti Ruhut dan banyak politisi lainnya yang dulunya mengejek dan mengkritisi Jokowi sekarang memuji muji Jokowi setinggi langit. Tampaknya banyak politisi politisi kutu loncat seperti Ruhut dan Ngabalin dan banyak lagi yang mengelilingi istana. Masyarakat penasaran dengan pertimbangan Jokowi mengapa mau memilih dan mau dikelilingi politisi politisi semacam itu. Inilah tampaknya yang disebut politik pragmatis bukan politik ideologis. Prinsip idealis dan hati nurani yang jujur dikesampingkan dalam merawat rakyatnya. Ngabalin saat utu juga menjelaskan, Partai Golkar bakal membangun sebuah kebudayaan baru untuk melakukan cek and balance dalam pemerintahan. Sebab, terlalu banyak janji-janji politik yang diucapkan Jokowi sewaktu kampanye dan harus dikawal dan dikritisi. “Saya harus mengatakan selama berjalan biarkan lah kami dari Golkar membangun sebuah budaya baru melakukan cek and balance, yang dimaknai kekuatan penyeimbang,” ujarnya. Ngabalin juga pesimis terhadap koalisi pemerintahan Jokowi – JK. Koalisi partai pendukung keduanya tidak sebesar partai pendukung pasangan Prabowo – Hatta. “Kita lihat komitmen Jokowi-JK dan koalisi kurus ini sedang menyusun pemerintahan. Saya selalu bilang mari pribadi-pribadi kita bangun, pribadi merah putih. Oleh sebab itu, jangan mengganggu kami dan menghormati orang lain tanpa menghujat,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s