Prof DR Amin Rais, Minta Jokowi Tidak Beri Kesempatan PKI Bangkit, Termasuk Politisi PDIP di Senayan.

Isu PKI dianggap sudah kuno dan tidak mempan untuk menjatuhkan Jokowi. Tetapi faktanya beberapa pengamat melihat Jokowi tampak ketakutan dengan isu tersebut. Sehingga dalam setiap kunjungan ke oesantren atau ulama selalu menagkis tudingan isu PKI yang kencang menrpa dirinya. Dalam jejak digital media tampak Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Prof DR Amien Rais pernah meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk bangkit kembali di Indonesia. Termasuk politisi PDIP yang saat ini menjadi wakil rakyat di Senayan. Menurut Amien Presiden Jokowi harus berlaku adil dan tidak tinggal diam melihat politikus perempuan tersebut yang dengan berani membicarakan kebangkitan PKI kepada publik. “Anggota DPR yang perempuan itu sudah mengatakan sekarang 20 juta, PKI mau bangkit, itu diam saja. Sementara HTI dibubarkan. Itu Jokowi kayak gitu ya. Ini harus jalan, yang menentang (pemutaran film G30S/PKI) itu pasti PKI. Yang tidak setuju ini diputar, pasti PKI,” ungkap mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (21/9).

Sebagaimana diberitakan, politisi PDIP Ribka Tjiptaning merupakan anak anggota PKI yang berani bicara secara blak-blakan, bahkan mengaku bangga. Dalam berbagai kesempatan, wanita yang akrab disapa Ning ini juga sempat menulis buku “Aku Bangga jadi Anak PKI”. Pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne), Ning menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia.

PKI Isu Kuno

Isu PKI dan kafir sudah menjadi senjata kuno dan tidak lagi ampuh untuk memberikan tekanan terhadap elektabilitas petahana Presiden Joko Widodo. “Isu bahwa Jokowi ini PKI, bahwa dia kafir ini sudah tidak menjual dan tidak berpengaruh banyak pada elektabilitas seorang Jokowi,” kata pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (29/5). Ray mengatakan, perlu kreatifitas dari lawan politik Jokowi, untuk mencari senjata baru dalam meredam popularitas caapres petahana tersebut yang masih unggul. Dia sebutkan pula, saat ini sudah muncul dua persoalan yang memungkinkan dijadikan senjata baru. Yaitu isu soal hutang negara yang membengkak dan tenaga kerja asing yang makin masif masuk ke Indonesia. Bukan tanpa alasan, menurutnya ketika dua isu itu dilempar pada publik. Maka respon pun langsung ramai dan kebanyakan respon itu mengkritik pemerintahan yang dipimpin Jokowi. “Kalau mau meredam permainan Jokowi, maka isu tenaga kerja asing dan hutang negara ini yang lebih cepat menarik respon masyarakat. Kebanyakan respon itu adalah kritikan tajam yang menjadi suatu hal buruk bagi Jokowi,” demikian Ray

Meski pengamat tersebut mengatakan bahwa isu PKI dan kafir sudah menjadi senjata kuno tetapi tampaknya masih menjadi isu utama yang ditakuti Jokowi. Hal ini tampak dari kesibukan Jokowi yang selalu menyinggung isu PKI yang menghantam dirinya di setiap kunjuangan ke pesantren atau kelompok muslim lainnya. Isu tersebut juga tampaknya masih dianggap relevan karena banyaknya misteri di seputar kader kader PDIP yang tidak bisa terlepas dari stigma tersebut. Hal ini diperparah dengan hubungan Jokowi, Megawati dan para elit Politik lainnya yang dalam kebijakaan dan berbagai pernyataannya yang menyinggung umat Islam Indonesia. Hubungan tidak harmonisnya dengan umat muslimm diperberat dehgan isu puisi sukmawati, pidato Megawati tentang akhirat, krimimalisasi ulama dan berbagai isu lainnya.

Sumber: rmol

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s