100 Janji Jokowi: Dana Desa 1-2 M Ditagih, Belum Keluar Hingga Saat ini.

Prabowo-Hatta Janji Rp 1 M per Desa, Jokowi-JK Janjikan Rp 1,4 M

Sumber foto: akun twitter @budimandjatmiko

Saat kampanye Jokowi- JK banyak memberikan janji yang heboh dan miluh kepada rakyat. Termasuk rakyat kecil dan terpinggirkan di desa. Saat menjelang Pilpres 2014, gar meraup suara lebih banyak ternyata tak tanggung tanggung Jokowi memberikan janji akan memberikan dana desa 1,4 M hingga 2 M pada setiap desa di Indonesia. Tapi seperti juga 100 janji yang lain, janji adalah tinggal janji. Janji itupun menguap begitu saja. Rencana Presiden Joko Widodo membagikan dana desa sebesar Rp 1,4 miliar per desa tahun kemungkinan akan tertunda atau tidak mudah merealisir karena keuangan negera yang defisit dan banyak tersedot oleh pembangunan infrastruktur. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan, kebijakan tersebut baru dapat direalisasikan pada 2019.

Jokowi-JK menebar spanduk bertuliskan janji pemberian anggaran rata-rata Rp 1,4 miliar untuk setiap desa. Seperti yang terlihat di akun twitter anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Budiman Sudjatmiko, Rabu (27/6/2014), ia menjadikan janji anggaran Rp 1,4 miliar per desa tersebut sebagai gambar profil akun twitternya. Di situ tertulis “Jujur Laksanakan UU Desa, Rata-rata Rp 1,4 Milyar Untuk Setiap Desa (sesuai dengan rumusan Pasal 72 UU Desa). Jokowi Adalah Kita”. Senin (23/6) Budiman memasukkan beberapa draft spanduk tersebut dalam akun twitternya dan memperbolehkan para pendukung dan simpatisan Jokowi-JK untuk mencetak sendiri. Setidaknya ada 4 macam spanduk UU Desa ini dengan menyertakan foto Jokowi memakai baju kotak-kotak dio sebelah kiri.

“Pecinta #Jkw_JK, ada 72.944 desa! Menangkan No 2 dgn mengunduh desain & memasang spanduk komitmen #Jkw_JK utk desa!,” tulis Budiman dalam akun twitternya, Senin (23/6). Sejak ia mengunggah gambar spanduk tersebut, banyak akun twitter yang mendownload gambar itu, dijadikan spanduk lalu, dipasang di beberapa desa. Tak hanya Budiman, akun twitter Jusuf Kalla (@Pak_JK) juga turut memasukkan gambar terkait UU Desa ini. Bersama gambar itu, tertulis komitmen Jokowi JK untuk memajukan desa bila terpilih. “UU mengamanatkan bahwa setiap desa akan menerima Rp : 1,4 Milyar/tahun, Jokowi-JK siap Melaksanakannya!” tulis akun @Pak_JK, Senin (23/6).

Bahkan bukan hanya itu, Jokowi lebih heboh lagi karena menjanjikan dana desa hingga 2 M. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk meningkatkan anggaran untuk desa berprestasi hingga Rp 2 miliar per tahun. “Saya malah berpikir kalau ada desa yang bagus prestasinya, mengembangkan badan usaha milik desa bagus, menanggulangi kemiskinan, nanti anggaran akan saya tingkatkan Rp 2 miliar,” kata Budiman menirukan pernyataan Jokowi di Jakarta, Selasa (9/9). Awalnya, kata dia, Jokowi bertanya tentang kondisi di lapangan. Termasuk dana desa per tahun yang tepat berdasarkan jumlah anggaran yang diserap. Budiman menjelaskan, kondisi pedesaan tidak bisa dipukul rata. Karena ada perbedaan jumlah kepala keluarga per desa.
“Kalau berdasar APBN seharusnya anggaran untuk desa Rp 64 triliun plus APBD ada Rp 40 triliun lagi. Terus desa cocoknya berapa? Rp 1,4 miliar per desa itu pas,” kata Budiman. Ia menyarankan, jumlah anggaran itu sebaiknya dipertahankan selama minimal lima tahun. Jika dilakukan, ia optimistis kemiskinan bisa dikurangi dan rumah kumuh bisa ditanggulangi. Dari hasil diskusi tersebut, Jokowi justru menjanjikan anggaran Rp 2 miliar per tahun untuk desa berprestasi. Jokowi yakin, anggaran minimal Rp 2 miliar per desa sangat bisa diwujudkan. Yaitu dengan adanya pengalihan anggaran subsidi BBM serta penghematan anggaran di 14 kementerian

Ditagih Perangkat Desa

Setelah setahun ditunggu tungguntidak keluar, janji Jokowipun ditagih. Ribuan perangkat desa yang berunjuk rasa depan Istana Merdeka mempertanyakan janji pemerintah pusat yang akan memberikan dana Rp 1 miliar untuk desa seluruh Indonesia. Para kepala desa ini menganggap Presiden Joko Widodo hanya memberikan janji belaka terkait dana tersebut. “Pak Jokowi, mana dana desa Rp 1 miliar. Ini sudah bulan apa Pak? Kok enggak ada dananya,” seru orator aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5).

Menurut Kepala Desa Tegal Sumur, Jawa Tengah Masyudi, seharusnya dana desa diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada bulan April, tahap ke dua Agustus dan tahap ke tiga, September. “Kami minta percepatan janji presiden itu. Jangan kebanyakan alasan. Katanya masih di Kemendagri dan Kementerian Desa. Lalu kapan?” kata Masyudi. Masyudi mengaku perangkat desa sudah mempertanyakan hal itu pada dua kementerian tersebut. Namun, hanya jawaban normatif yang didapat. Sehingga mereka memilih menyampaikan melalui unjuk rasa agar didengarkan oleh presiden.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s