Ayo Peduli Politik. Ayo Jihad Konstitusi

Mari Kita Peduli Politik …

sumber: Ust. Roni Abdul Fatah

Saudaraku, kita semua adalah makhluk politik. Tidak ada satu pun warga negara di negara manapun yang tidak tersentuh oleh politik.

Kita ini satu diantara tiga bagian;

1. Menjadi PEMAIN POLITIK
2. Menjadi KOMODITAS POLITIK
3. Menjadi KORBAN POLITIK

Tidak ada satupun diantara kita yang tidak tersentuh oleh politik.

Mana buktinya?

Sebagai warga negara, kita wajib tunduk pada undang-undang. Kalau melanggar undang-undang maka kita akan di hukum dan di penjara. Saudaraku, ketahuilah bahwasanya undang-undang itu yang buat adalah DPR. DPR lembaga politik bukan? Lembaga politik. Jadi itu adalah keputusan politik.

Anggota DPR musyawarah, membuat undang-undang, diambil keputusan dan akhirnya undang-undang itu diberlakukan kepada setiap warga negara. Nah itulah keputusan politik.

Nah jadi kita ini tidak bisa terlepas dari politik. Makanya salah kaprah kalau ada orang yang ngomong, sudahlah ngaji saja. Ngaji, ngaji … Kita ngga usah bicara politik.

Saudaraku! Kalau kita ngga bicara politik, nanti para bajingan yang main politik. Kalau orang-orang baik dari umat Islam tidak main politik, nanti para bajingan, para koruptor, orang sekuler, liberal, syiah, orang kafir dan orang-orang jahat yang akan main politik.

Akibat dari orang islam tidak mau peduli dengan politik dan tidak mau bicara politik, akibatnya umat islam jadi bodoh terhadap politik. Kiyai tidak ada yang bicara politik, habaib tidak ada yang mendekat kepada politik, akhirnya para bajingan lah yang main politik, para koruptor lah yang ngisi politik. Mereka duduk di DPR, mereka yang buat aturan, mereka yang buat undang-undang dan kita umat Islam yang melaksanakan.

Kalau kita tidak mau berpolitik praktis, silahkan. Tapi jangan sampai ngomong “saya tidak mau bicara politik sama sekali”. Kalau anda tidak berbicara politik maka anda akan menjadi komoditas politik.

Berapa banyak majelis-majelis taklim yang menjadi komoditas politik, berapa banyak pondok-pondok pesantren yang menjadi komoditas politik. Hanya dijadikan sekrup oleh partai politik. Begitu lagi musim pilkada, pilpres bantuan-bantuan yang tidak seberapa diberikan kepada majelis-majelis taklim, pondok-pondok pesantren agar mendukung calon dari partai tersebut. Dukung partai ini, dukung partai itu. Nah itu namanya komoditas politik. Hanya diperalat untuk dijadikan sekrup.

Oleh karena itu bagi siapapun dari umat Islam, orang-orang baik yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, punya ilmu dan wawasan dan senang serta punya bakat berpolitik, ayo masuk ke dunia politik. Jangan biarkan politik di negeri kita tercinta diisi oleh orang-orang jahat.

Saudaraku, untuk peduli dengan politik tidak harus jadi politisi.

PEDULI politik cukup 5 tahun sekali, apa ruginya? Bisa dikerjakan sesuai dengan kapasitas dan maqomnya masing-masing. Cuma ngajak nyoblos yang benar saja kok, masa kita tidak mau berjuang.

– Yang kyai ngajak santri dan orangtuanya.
– Yang dosen ngajak mahasiswanya.
– Yang muballigh ngajak jamaahnya.
– Yang pengusaha ngajak para pegawai dan rekanannya dst, …

Maka jangan lupa ngajak keluarga, kerabat, tetangganya. Inilah jihad minimal kita.

HANYA 5 TAHUN SEKALI!!! KHUSUSNYA LAGI 2019.

JIKA MASIH ADA KECINTAAN PADA AGAMA DAN NEGARA INI, AYO UMAT ISLAM BANGKIT DAN BERGERAK.

Saudaraku, berikut ini adalah nasihat Lima Tokoh Menghadapi Pemilihan Legislatif, Pilkada & Pilpres;

1. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu

“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.”

2. Syeikh Yusuf Al-Qardhawi (Ketua Asosiasi Internasional Cendekiawan Muslim)

Setidaknya ada 3 (tiga) cara dalam mempertimbangkan pilihan:

• Jika semuanya baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya.

• Jika ada yang baik dan ada yang buruk, pilihlah yang baik.

• Jika semuanya buruk, pilihlah yang paling sedikit keburukannya.

3. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA. M. Phil. (Ketua MIUMI Pusat, putra Pendiri Pesantren Gontor)

“Jika anda tidak mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah & anggota DPR, atau parpol Islam, itu hak anda. Tapi ingat jika anda & jutaan yang lain tidak ikut pemilu maka jutaan orang fasik, sekuler, liberal, atheis akan ikut pemilu untuk berkuasa dan menguasai kita. Niatlah berbuat baik meskipun hasilnya belum tentu sebaik yang engkau inginkan.”

4. Recep Toyyib Erdogan

“Jika orang baik tidak ikut terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.”

5. Necmetti Erbakan

“Muslim yang tidak peduli politik akan di pimpin oleh politikus yang tidak peduli kepada islam.”

Wahai saudaraku, kaum muslimin! Jangan Golput …

Kejahatan akan timbul tatkala orang baik semua pada DIAM.

Ingat saudaraku, betapa efektifnya kekuasaan manakala di pegang oleh orang baik, maka kebaikan dan kemaslahatan akan hadir untuk kita semua.

Sahabat Nabi yang mulia, ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan beberapa kalimat yang sangat layak untuk di renungkan dan sangat luar biasa;

إن الله يزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن

“Sesungguhnya Allah ta’ala mencegah sesuatu dengan kekuasaan apa yang tidak bisa dicegah hanya dengan Al-Qur’an.”

Saudaraku, orang-orang yang lemah iman, mereka lebih takut dengan aturan/hukum yang dibuat oleh penguasa daripada hukum Allah. Oleh karena itu maka kekuasaan harus di pegang oleh orang-orang yang baik, yang beriman dan bertakwa, yang takut kepada Allah, agar aturan dan hukum atau undang-undang yang dibuat sesuai dengan hukum Allah dan tidak bertentangan dengan hukum Allah.

Sebuah renungan, betapa efektifnya manakala kekuasaan berada ditangan orang yang baik;

“Untuk menghentikan kemaksiatan dan kemungkaran, para Ustadz, Kiyai, Muballigh, Da’i atau Laskar ormas Islam perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tetapi dengan kekuasaan alias keputusan politik cukup satu hari tanda tangan kepala dinas atas perintah Gubernur, maka “ALEXIS” tutup.

Jangan alergi politik, mari kita rebut kekuasaan secara konstitusional dengan cara memilih para caleg dan calon kepala daerah serta calon Gubernur dan calon Presiden yang pro kepada Islam, yang pro kepada kepentingan rakyat. Pilihlah yang mendukung tegaknya hukum Allah di negeri kita tercinta ini agar datang keberkahan dan kemaslahatan untuk kita semua.

Jangan memilih pemimpin yang diusung dan didukung oleh partai yang di dalamnya berkumpul para penghina Islam, penghina dan pembenci para ulama, pendukung penghina Al-Qur’an, yang anti syariat, yang mendukung Perppu Ormas dll.

Perubahan itu dihadapan kita saudaraku, jangan sia-siakan kesempatan ini.

Ayo kita Jihad Konstitusi!
Senjatamu adalah kertas suara …
Busurmu adalah tanganmu …
Jangan salah bidik!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s