Dolar Melambung. Nilai Rupiah Diprediksi Merosot Terus, Bahkan Sampai 17.000 per dolar.

Nilai tukar rupiah kian terpuruk. Pada perdagangan Kamis (28/6/2018) sore, kurs rupiah di pasar spot melemah 1,52 persen ke level Rp 14.394 per dollar Amerika Serikat (AS). Mata uang rupiah bahkan terus menyentuh level terlemah sepanjang tahun ini. Pelemahan rupiah sepanjang hari kemarin dipicu oleh kembali menguatnya dollar AS. Pelemahan rupiah juga terjadi seiring dengan naiknya yield surat utang negara (SUN). Hari ini yield SUN acuan bertenor 10 tahun berada di level 7,86 persen atau naik 1,69 persen. Hal ini membuat investor asing memilih menarik dana dari pasar domestik. Kemungkinan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan untuk ketiga kalinya pada Rapat Dewan Gubernur yang tengah berjalan, dianggap para pengamat tidak akan banyak memberi dampak. Karena pasca-suku bunga naik dua kali, rupiah masih belum stabil juga. Rupiah terus melemah lantaran tertekan data perdagangan Indonesia bulan Mei yang dirilis dengan angka impor cukup tinggi. Impor naik lebih banyak daripada ekspor dan neraca perdagangan masih defisit.

Kondisi memburuknya rupiah trnyata bukan hanya pengaruh eksternal, tetapi pengaruh intenal dengan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia menyumbang jatuhnya nilai rupiah semakin dalam.

Investor juga mulai menjaga jarak dengan pasar dalam negeri seiring dengan perhelatan tahun politik yang semakin dekat. Pemilihan kepala-kepala daerah hingga pemilihan presiden selanjutnya membuat investor melihat ada potensi ketidakpastian di pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Hingga akhir tahun ini,Rupiah berpotensi terus melemah hingga berada di rentang Rp 14.500 – Rp 15. 000 per dollar AS. Alasannya, The Fed kemungkinan besar masih akan menaikkan suku bunganya dua kali lagi. Bahkan Prof DR Rizal Ramli mantan menko maritim mepridikai bukan tidak mungkin rupiah akan melonjak 17.000 rupiah per dolar.

Kondisi politik ini saat ini dalam memasuki pesta demokrasi Pilkada dan Pilpres dianggap masih menggambarkan ketidakpastian kondisi ekonomi Indonesia. Hal ini membuat para investor menarik dana besar besaran dalam lasar modal khususnya dalam tahun 2018 ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s