Samawi (Solidaritas Ulama Muda Pendukung Jokowi) Benarkah Mereka Ulama ? Benarkah Mereka Masih Muda ?

Inilah gambar peserta salah satu organisasi SAMAWI atau Ulama Muda Pendukung Jokowi. Benarkah mereka ulama benarkah mereka muda ? Sumber : suarannasional.com

Ulama-ulama muda yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) mengadakan silaturahmi dan deklarasi dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Acara besar ini diadakan di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Juli 2018. Acara yang pertama kali digelar organisasi ulama muda itu mengangkat tema besar “Ulama Muda Merekat Indonesia”. Aminuddin mengatakan, tema tersebut diangkat melihat kondisi terkini umat Islam Indonesia yang sering kali terpecah dan saling membenci hanya karena perbedaan pilihan politik. “Harapan dan cita-cita Samawi adalah menyatukan kembali umat Islam Indonesia dalam ukhuwah atau persaudaraan Islam, hidup damai dalam keberagaman madzhab dan organisasi, serta berbeda dalam pilihan politik,” ujar dia. Banyak umat muslim dan pengamat sosial dan agama terheran heran secara tiba tiba muncul organisasi ulama muda yang sebelumnya tidak pernah eksis mendadak muncul. Banyak pihak yang merasa heran organisasi ulama muncul untuk kepentingan kekuasaan bukan untuk kepentingan umat dan agama.

Samawi Organisasi Tidak Jelas ?

Organisasi Ulama Muda Pendukung Jokowi tampaknya merupakan oraganisasi yang tidak jelas dan tidak pernah eksis selama ini. Organisasi ulama Samawi saat dilakukan pencarian di google ternyata tidak pernah ada rekam jejaknya sekalipun. Ternyata organisasi ulama muda yang ada dan eksis dan peduli agama dan umat hanya MIUMI. (majelis intelektual dan majelis ulama muda Indonesia). Beberapa pengamat sosial dan politik menganggap SAMAWI tampaknya organisasi dadakan dan abal abal tidak pernah eksis dan alamatnyapun di situsnya tidak jelas.
Pengamat politik mengatakan bahwa politik adalah dukungan masa, apalagi saat ini menghadapi pilpres 2019 Jokowi semakin dijauhi umat muslim. Sehingga wajar Jokowi saat ini berusaha menggebu gebu mencari dukungan umat muslim. Saat ini Jokowi merasa mendapatkan dukungan dari elit politik NU, tetapi tampaknya masih harus diuji lagi apakah akar rumput NU juga mendukung Jokowi. Kasus Ahok tampaknya akan dialami Jokowi. Saat elit NU secara sembunyi sembunii mendukung Ahok, ternyata akar rumput sebagian besar mendukung Anis Sandi.

Meski sebelumnya Jokowi dan para pendukungnya selalu mengkampanyekan Antipolitisasi agama, tampaknya tidak berlaku bagi dirinya dan kelompoknya. Antipolitisasi agama hanya berlaku untuk umat muslim yang tidak mendukung Jokowi. INILAH POLITISASI AGAMA YANG SERING DITENTANG DAN DIHARAMKAN MEREKA, TERNYATA SAAT INI BERUBAH MENJADI HALAL ?

Kalau benar organisasi itu ada dan eksis, mudah2an ulama muda SAMAWI dalam usia mudanya yang baru lahir yang pastinya pintar agama dan tahu agama itu harus terus belajar dari kehidupan duniawi dan dapat mengikuti jejak MIUMI. Sebaik baik ulama itu mensyiarkan agama, seburuk buruk ulama itu mensyiarkan kekuasaan. Sebaik baik ulama itu lebih peduli pada umat, seburuk buruk ulama itu menipu umatnya untuk kepentingan pribadi. Mudah mudahan kaum ulama muda yang tergabung dalam SAMAWI, kalau benar organisi itu ada maka harus meneladani para ulama yang lebih mementingkan agama dan umat dibandingkan penguasa. MAJULAH TERUS ULAMA MUDA INDONESIA DEMI AGAMA DAN UMAT, JANGAN TERGIUR DUNIAWI DAN KEKUASAAN.

Peserta Bayaran ?

Ada pengakuan yang mengejutkan beberapa massa yang ikut acara Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di SICC, Bogor, Selasa (10/7). Mereka mengakui dibayar Rp 100 ribu untuk menghadiri acara tersebut. Baihaqi (50) datang bersama tetangganya untuk hadir di acara Samawi karena dikasih uang Rp100 ribu. “Namanya rezeqi tidak usah ditolak. Kami juga mengajak beberapa tetangga,” jelasnya kepada suaranasional. Baihaqi yang mengaku dari Priok Jakarta Utara itu mengatakan, pihak panitia sudah menyediakan transportasi. “Kami sudah dijemput bus dan berangkat. Sudah dikasih kaos, uang Rp 100 ribu dan makan,” jelasnya. Mahmud (48) mengakui diajak tetangga untuk menghadiri deklarasi mendukung Jokowi. “Saya sih ikut saja, ada uangnya lagi, dan saya juga pingin bertemu langsung dengan Pak Jokowi,” papar Mahmud. Hal sama juga diutarakan Siti Mahmudah (46) dari Jatinegara yang mengaku mengumpulkan ibu-ibu pengajian untuk deklarasi JOkowi. “Kami kumpulan jamaah taklim, dan disuruh datang ke acara, kami ikut saja,” jelasnya. Siti Mahmudah mengakui mendapatkan uang untuk menghadiri acara Samawi. “Kami diberi uang, tapi untuk jamaah pengajian, apa salahnya, halal kok,” pungkasnya

Video menyorot para peserta Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang baru saja mendukung Presiden Joko Widodo lanjut dua periode ramai dibahas di media sosial. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid ikut berkomentar. Video itu menggambarkan bagaimana massa Samawi, yang tampak seperti remaja tanggung. Mereka berganti dengan kaus Samawi. Tampak pula ibu-ibu lanjut usia yang memakai kaus ulama muda. HNW telah melihat video itu. HNW menyebut massa yang memakai kaus ulama muda itu tak tampak seperti ulama. “Iya, iya, saya sudah lihat juga. Jadi, ya, banyak yang menyuarakan jangan bawa-bawa agama dalam politik, jangan politisasi agama, tapi kemudian terjadilah pengerahan massa yang disebut ulama muda. Tapi kalau dilihat dari yang hadir itu, tampang ulamanya nggak kelihatan,” kata Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018). “Istilah muda lagi, kayak masih anak-anak, sebagian malah ibu-ibu yang cara berpakaiannya saja tidak menandakan bahwa mereka ulama,” imbuh dia.

Hidayat menyebut seharusnya Pilpres 2019 dijauhkan dari pencitraan. Apa yang terjadi dalam video itu, menurut Hidayat, dapat merugikan Jokowi sebagai yang didukung pihak Samawi. “Menurut saya, harusnya kontestasi menuju pada Pilpres 2019 diisi dengan hal-hal yang betul-betul menghadirkan kejujuran, menghadirkan fakta dan jangan lagi pencitraan-pencitraan ataupun penggalangan-penggalangan yang justru akan menghadirkan antipati,” sebut Wakil Ketua MPR itu.

Solidaritas Ulama Muda Jokowi yang mendukung Presiden Joko Widodo memimpin Tanah Air untuk periode 2019-2024 disebut merupakan gabungan para santri. Samawi mendeklarasikan dukungan di hadapan Jokowi di Bogor. Pendeklarasian dukungan Samawi dilakukan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/2018). Jokowi hadir didampingi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Sumber:

  1. Replubika.com
  2. https://suaranasional.com/2018/07/11/peserta-deklarasi-ulama-muda-dukung-jokowi-akui-dibayar-rp-100-ribu-dan-dikasih-makan/ .
  3. Detiknews
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s